Obat Herbal Alami

Obat Herbal HIV Aids yang Telah ditemukan

"obat herbal alami hiv aids"Obat herbal Alami HIV Aids yang telah ditemukan untuk Mengobati Penyakit HIV Aids

Obat herbal alami HIV Aids telah ditemukan, benarkah? Sebelum mengetahui herbal yang diperuntukkan dalam pengobatan penyakit HIV, berikut ini yang tidak kalah penting adalah mengetahui penjelasan tentang HIV dan AIDS sebagaimana yang dikutip dari alodokter.com.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Dengan pemeriksaan HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Penyakit HIV AIDS di Indonesia

"obat herbal alami HIV Aids"

Ilustrasi penyakit HIV Aids.

Di Indonesia, sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi. Pulau Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS di Indonesia.

Menurut UNAIDS, di Indonesia ada sekitar 690 ribu pengidap HIV sampai tahun 2015. Dari jumlah tersebut, setengah persennya berusia antara 15 hingga 49 tahun. Wanita usia 15 tahun ke atas yang hidup dengan kondisi HIV sekitar 250 ribu jiwa. Angka kematian akibat AIDS mencapai 35 ribu orang. Dengan demikian terdapat anak-anak yatim piatu akibat kematian orang tua karena AIDS berjumlah 110.000 anak.

Penyebaran virus penyakit HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Lakukan tes HIV dan konseling pasca tes

Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.

Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih dahulu. Konseling bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan juga pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV jika terbukti positif.

Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu. Tes HIV mungkin akan diulang satu hingga tiga bulan setelah seseorang melakukan aktivitas yang dicurigai bisa membuatnya tertular virus HIV.

Ada beberapa tempat untuk melakukan tes HIV. Anda bisa menanyakan pada rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Di Indonesia, terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang fokus untuk urusan HIV/AIDS, di antaranya:

  • Komunitas AIDS Indonesia
  • ODHA Indonesia
  • Himpunan Abiasa
  • Yayasan Spiritia
  • Yayasan Orbit
  • Yayasan AIDS Indonesia

Sedangkan lembaga pemerintah yang dibentuk khusus untuk menangani HIV/AIDS adalah Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).

Jika hasilnya positif, Anda akan dirujuk menuju klinik atau rumah sakit spesialis HIV. Beberapa tes darah lainnya mungkin akan diperlukan. Tes ini untuk memperlihatkan dampak dari HIV kepada sistem kekebalan Anda. Anda juga bisa membicarakan tentang pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

Langkah Pengobatan Bagi Penderita HIV Aids Secara Medis

Meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.

Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

Cara Pencegahan penyakit HIV

Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV.

Gejala HIV Dan AIDS  

Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah serokonversi (Periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.). Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul. Dan tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.

Tahap Pertama

Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Masa waktu inilah yang sering disebut sebagai serokonversi.

Diperkirakan, sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Tenggorokan sakit
  • Demam
  • Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal
  • Pembengkakan noda limfa
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri persendian
  • Nyeri otot.

Gejala-gejala di atas bisa bertahan selama satu hingga dua bulan, atau bahkan lebih lama. Ini adalah tanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi, gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV.

Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

Tahap Kedua

Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun (masa jendela). Ini adalah tahapan ketika infeksi HIV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita sudah bisa menularkan infeksi ini pada orang lain. Lama tahapan ini bisa berjalan sekitar 10 tahun atau bahkan bisa lebih.

Tahap Ketiga atau Tahap Terakhir Infeksi HIV

Jika tidak ditangani, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini lebih dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berikut ini adalah gejala yang muncul pada infeksi HIV tahap terakhir:

  • Noda limfa atau kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.
  • Merasa kelelahan hampir setiap saat.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit.
  • Sesak napas.
  • Diare yang parah dan berkelanjutan.
  • Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina.
  • Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.

Risiko terkena penyakit yang mematikan akan meningkat pada tahap ini. Misalnya kanker, TB, dan pneumonia. Tapi meski ini penyakit mematikan, pengobatan HIV tetap bisa dilakukan. Penanganan lebih dini bisa membantu meningkatkan kesehatan.

Penyebab HIV Dan AIDS  

Di Indonesia penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian untuk pengguna narkotika suntik (penasun).

Entah terjadi gejala atau tidak, seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkan virus kepada orang lain. Orang yang positif mengidap HIV lebih mudah menularkan virus beberapa minggu setelah mereka tertular. Pengobatan terhadap HIV akan menurunkan risiko penyebaran kepada orang lain.

Penyebaran HIV

HIV tidak menular semudah itu ke orang lain. Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urine tidak bisa menularkan virus ke orang lain. Ini dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak. Cairan yang bisa menularkan HIV ke dalam tubuh orang lain adalah:

  • Darah
  • Dinding anus
  • Air Susu Ibu
  • Sperma
  • Cairan vagina, termasuk darah menstruasi

HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk, peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah:

  • Melalui luka terbuka di kulit.
  • Melalui dinding tipis pada mulut dan mata.
  • Melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin.
  • Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.

Melalui aktivitas hubungan seks

Penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga berisiko terinfeksi, tapi risikonya cukup kecil. Penyebaran HIV melalui seks oral akan meningkat jika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau terdapat luka di mulut. Atau melakukan seks dengan orang yang baru saja terinfeksi HIV dan punya banyak virus di tubuhnya.

  • Tinggi rendahnya risiko penularan HIV berbeda-beda, tergantung pada jenis hubungan seks yang dilakukan.
  • Melakukan seks oral pada pria yang positif HIV, dan pria itu ejakulasi di mulut.
  • Penularan HIV bisa terjadi ketika kita lakukan seks oral pada wanita yang positif mengidap HIV, terutama saat sang wanita sedang menstruasi, meski risikonya kecil.
  • Menerima seks oral dari orang yang menderita HIV risikonya sangat rendah, karena HIV tidak menular melalui air liur.

Selain melalui hubungan seks, HIV bisa menular melalui:

  • Tranfusi darah.
  • Dari ibu kepada bayi, baik saat kehamilan, melahirkan, atau ketika menyusui.
  • Berbagi jarum, baik untuk menindik atau menato.
  • Berbagi suntikan, terutama bagi para panasun (pengguna narkotika suntik).
  • Berbagi alat bantu seks dengan pengidap HIV.

Pengaruh HIV Pada Tubuh Manusia

Sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi kita dari penyakit yang menyerang. Salah satu unsur yang penting dari sistem kekebalan tubuh adalah sel CD4 (salah satu jenis sel darah putih). Sel ini melindungi dari beragam bakteri, virus, dan kuman lainnya.

HIV menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Virus memasuki sistem kekebalan pada sel CD4. Virus ini memanfaatkan sel CD4 untuk menggandakan dirinya ribuan kali. Virus yang menggandakan diri ini akan meninggalkan sel CD4 dan membunuhnya pada waktu yang sama. Makin banyak sel CD4 yang mati, sistem kekebalan tubuh akan makin rendah. Hingga akhirnya, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi.

Ketika proses ini terjadi, tubuh akan tetap merasa sehat dan tidak ada masalah. Kondisi ini bisa berlangsung selama 10 tahun atau bahkan lebih. Dan penderita bisa menyebarkan virus pada periode ini.

Obat Herbal Alami HIV Aids Sebuah Cara Pengobatan HIV Paling Aman

"obat herbal alami hiv aids"Penyakit HIV Aids menurut beberapa kalangan medis belum ada obatnya sampai saat ini, tetapi ketika Anda memiliki pengetahuan tentang pengobatan sejak dini maka tidak mustahil penyakit tersebut bisa diatasi. Apa artinya? Ya, obat herbal telah menjadi satu pilihan bagi penderita HIV, karena selain menyehatkan juga dianggap lebih aman alias tidak memiliki efek samping berbahaya.

Obat herbal alami hiv aids, obat herbal alami hiv aids ditemukan, obat herbal alami hiv aids terbaru, obat herbal alami hiv aids 2017.

Memperkenalkan Cellfood obat hiv aids yang mengandung khasiat alamiah, di mana ia dapat bekerja sama dengan kekuatan herbal lain untuk menumpas virus HIV.

Sekilas tentang Cellfood

"obat herbal alami hiv aids"

Kandungan Cellfood obat HIV Aids alami.

Cellfood adalah suplemen juara oksigen plus nutrisi di dunia yang sudah melayani masyarakat selama lebih dari 45 tahun. NuScience Corporation telah sebagai perusahaan induknya telah memproduksi rumus Cellfood asli dari Everett Storey yang mengandung trace mineral, jejak enzim, dan jejak asam amino.

Cellfood antioksidan kuat sebagai penangkal radikal bebas 

Radikal bebas adalah atom (atau kelompok atom) yang kehilangan elektron. Molekul yang sangat reaktif menjadi lebih berbahaya dalam tubuh manusia ketika mereka bereaksi dengan dan kerusakan komponen seluler penting lainnya seperti DNA. Antioksidan secara langsung bertanggung jawab untuk pencegahan kerusakan sel dengan menetralisir dan menghilangkan radikal bebas. Dalam penelitian terbaru, Cellfood telah terbukti menurunkan kelebihan aktivitas radikal bebas hingga 27%.

Cellfood membantu detoksifikasi tubuh dan keseimbangan pH

Rumus koloid dan ion Cellfood memiliki muatan negatif (sebagai ukuran oleh Zeta pengujian potensial). Ini solusi bermuatan negatif (seperti darah dan getah bening) memungkinkan untuk penyerapan yang cepat dan asimilasi nutrisi. Proses ini memungkinkan tubuh untuk lebih efisien menghilangkan racun dan pH seimbang.

Cellfood membantu peningkatan kinerja energi tubuh

Selain banyak manfaat kesehatan umum, Cellfood kini telah menjadi suplemen pilihan bagi banyak atlet profesional. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Pretoria, Cellfood telah terbukti meningkatkan penyerapan oksigen (VO2 Max), meningkatkan ferretin (storage besi), dan menurunkan penumpukan asam laktat (kelelahan otot).

Cellfood mengandung seratus persen bahan alami

Cellfood dibuat dari zat terbaik. Cellfood tidak mengandung bahan-bahan yang ada di “daftar zat yang dilarang” untuk kompetisi atletik profesional dan amatir dan asosiasi. Cellfood adalah non-adiktif, non-invasif, dan benar-benar tidak beracun ketika diambil sebagai diarahkan.

Cellfood untuk obat herbal alami HIV Aids

"obat herbal alami hiv aids"

Cellfood formula paten sumber kehidupan sel tubuh obat hiv aid terbaru.

Cellfood meningkatkan potensi biologi tubuh untuk memerangi penyakit. Sel-sel berbagai organ biologi menghasilkan energi potensial listrik yang bisa menghasilkan aliran arus listrik. Elektrik biologi ini ada di setiap proses selaput sel, yang secara selektif menjadi terhadap ion-ion umum di dalam organisme seperti sodium (natrium) dan potassium (kalium). Selektivitas ini menghasilkan distribusi yang tidak merata antara bagian dalam sel, dan bagian luarnya.

Perbedaan konsentrasi ion di dalam dan di luar selaput dan permeabilitas selektif ion dari selaput, menentukan apakah difusinya berjalan maju atau mundur. Aliran hanya terjadi apabila selaput tidak terpolarisasi. Karena mineral koloid di dalam Cellfood juga bersifat ionik, hal ini meningkatkan kemampuan tiap-tiap sel untuk menyerap mineral yang di butuhkan. Sel-sel tersebut bersifat selektif ion dan mineral yang tidak diperlukan oleh sel-sel tertentu diteruskan ke sel-sel yang membutuhkan mineral tertentu.

Mekanisme ini memungkinkan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh akan diatur oleh Cellfood melalui pengaturan sel-sel bersifat selektif untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan, dan yang tidak sesuai akan diberikan ke sel-sel lain yang membutuhkannya. Cellfood mineral koloidal satu-satunya di dunia yang bekerja langsung ke tingkat sel, aman tanpa efek samping.

Cellfood adalah konsentrat cair, yang bisa digunakan dengan mencampurkan sekian tetes ke dalam air. Cellfood memiliki rasa lemon yang sedikit asam jika Anda tidak senang dengan rasa ini, Anda bisa menggunakan lebih banyak air atau mencampurkannya ke dalam jus buah.

Cara mengobati HIV Aids yang alami tentunya menggunakan obat herbal. Cellfood memainkan peran vital perihal pengobatan ini, namun perlu mendapat dukungan dari produk yang lain seperti Amazon Plus dan Gamat Aloevera. Amazon Plus obat herbal alami HIV Aids yang diolah dari 6 jenis buah super antioksidan seperti delima merah, acai berry, zaitun hidroksitirosol, manggis, tomat dan bluberry.

Gamat Aloevera adalah produk alami dari bahan teripang gamat yang dikombinasi dengan lidah buaya atau aloevera. Teripang dapat melancarkan peredaran darah, dan masih sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh manusia. Telah berabad lamanya masyarakat dunia menggunakan gamat untuk pengobatan. Gamat digunakan untuk mengobati keluhan radang sendi, asma, luka dan untuk kecantikan kulit.

Selain itu gamat dapat mengobati masalah paru-paru, hipertensi dan diabetes. Gamat biasa diolah untuk dijadikan gel. Ada juga yang dioleh menjadi tepung dan dijadikan dalam bentuk kapsul. Perpaduan gamat dengan lidah buaya menghasilkan produk Gamat Aloevera yang dapat membantu pengobatan HIV Aids saat ini.

"obat herbal alami HIV Aids"

Gamat Aloevera obat herbal alami HIV Aids.

Harga paket terapi pengobatan

  • 4 botol Cellfood Rp. 2.650.000,-
  • 6 botol Amazon Plus Rp. 1.560.000,-
  • 10 botol Gamat Aloevera Rp. 1.750.000,-

Pengobatan HIV Aids bertujuan menekan pertumbuhan virus serta sekaligus menaikkan sistem kekebalan tubuh penderitanya. Obat herbal alami HIV Aids yang sudah ditemukan ini berfungsi cepat meningkatkan imun dan CD4, oleh karena itu pentingnya mengambil paket pengobatan yang sudah disiapkan ini.

Dengan mengonsumsi rutin obat herbal alami hiv aids yang kami sediakan untuk Anda ini diharapkan memberi sebuah harapan pemulihan total dari penyakit Anda, namun tidak kalah penting untuk selalu memerhatikan faktor kebersihan diri, serta mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

Wujudkan kesehatan Anda yang kembali meraih harapan bersama obat herbal alami HIV Aids bukan sebuah hal yang mustahil. Tetap padukan dengan obat dokter, sembari bertahap mengalami pelepasan, karena Anda percaya maka Anda sembuh, terima kasih.

Add Comment