Obat Herbal Alami

Obat Ekonomi Pemerintahan Jokowi

Obat ekonomi pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla resmi diumumkan, – Perombakan kabinet kerja Jokowi-JK telah terjadi hari ini dan menggembirakan karena Sri Mulyani kembali masuk jajaran kabinet kerja. Lama diberitakan oleh media massa baik cetak maupun elektronik, akhirnya Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan nama-nama para menteri yang baru. Mereka menggantikan muka lama dan muka lama yang bergeser posisi.

Obat ekonomi pemerintahan Joko Widodo, Kabinet Kerja Resmi diumumkan reshufflenya. Ketua Koordinator DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, partainya mengapresiasi dan menyambut positif penunjukan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Ia menilai Sri Mulyani yang sudah mempunyai banyak pengalaman di dunia internasional akan menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami tantangan global.

“Dengan kapasitas beliau, seabrek pengalaman, dan juga jaringannya yang begitu luas di dunia internasional, kami meyakini beliau akan bisa membuktikan bahwa penunjukkannya oleh Presiden adalah tepat dan pasti akan didukung penuh oleh rakyat,” kata Nusron usai menghadiri pelantikan menteri kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Menurut Nusron, masyarakat bisa melihat langsung bagaimana pasar begitu menyambut positif penunjukan Sri Mulyani sebagai Menkeu. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ini meyakini, tak lama lagi kondisi ekonomi Indonesia akan semakin baik.

Efeknya adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat, terbukanya lapangan kerja baru dan juga bisa menjadi solusi dalam masalah fiskal yang dihadapi Indonesia saat ini. “Inilah saya kira kecermatan Presiden dalam melihat bagaimana menghadapi tantangan global dan siapa sosok yang tepat dipercaya membantu pemerintah berkontribusi untuk itu,” ucap Nusron.

Obat ekonomi pemerintahan Jokowi, reshuffle kabinet kerja jilid dua

Obat ekonomi pemerintahan Jokowi, dan Indonesia di bawah kendali Ibu Sri Mulyani, semoga srikandi ekonomi Indonesia ini diberikan kekuatan oleh Allah Sang Maha Kuasa dalam menjalankan amanah ini. Di hari yang sama juga Gubernur Patahana DKI Jakarta Ahok Pilih Jalur Parpol, daripada jalur perseorangan. Sekjen PDIP mengatakan itu langkah positif.

"obat ekonomi pemerintahan jokowi"

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya memilih jalur parpol ke Pilgub DKI. PDIP yang selama ini memang tak ingin mengusung calon perseorangan memberikan sinyal positif. “Ya kita hormati bila begitu keputusannya, setiap orang kan punya kedaulatan untuk memilih. Kita hormati keputusan Pak Ahok ketika memilih jalur perseorangan dan sekarang ketika memilih jalur parpol, ya kami hormati pilihan tersebut,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada detikcom, Rabu (27/7/2016).

Lalu apakah PDIP membuka peluang mengusung Ahok di Pilgub DKI mendatang? Terkait hal ini Hasto masih menjawab dengan pernyataan bersayap penuh teka-teki, namun sinyalnya positif.

“Pernyataan itu apakah sikap Pak Ahok pribadi ataukah bersama Pak Heru (sebagai cawagub). Ketika Pak Ahok secara pribadi kemudian sebagai calon gubernur tentu saja opsi untuk mencalonkan itu kami amati dari kehendak rakyat,” kata Hasto.

“Langkah yang diambil Pak Ahok paling tidak suatu hambatan antara calon perseorangan dan calon kepartaian bisa diatasi. Dengan pernyataan itu persoalan dukungan itu merupakan pernyataan resultan politik kami mendengarkan suara masyarakat DKI, ” sambung Hasto.

Obat ekonomi kabinet kerja Pemerintahan Jokowi-Jk, Namun demikian langkah politik Ahok ini membuka peluang PDIP mengusungnya di Pilgub DKI. PDIP akan mengkonfirmasi lebih dalam seputar keputusan politik Ahok ini.

“Tentu saja langkah yang diambil Pak Ahok ini sebagai suatu hal positif untuk mengikuti jalan kepartaian yang selama ini dilakukan PDIP. Namun rekomendasi memerlukan tahapan lebih lanjut dan di partai kami sudah berproses ada 6 calon, pemetaan politik, namun yang jelas sesuatu hal yang tidak mungkin di antara cagub dan cawagub bukan berasal dari PDIP,” tegas Hasto. Dari sumber asli Kompas.com dan Detik.com.

Add Comment