Obat Herbal Alami

Kanker Ginjal Pada Anak Indonesia

Kanker Ginjal Pada Anak terpaksa lebaran di rumah singgah

Keinginan Nina Verawati untuk berlebaran di kampungnya di Ciawi, Bogor, tahun ini harus ditepisnya. Ia bersama dengan putranya, Haidar Shofwan, untuk ketiga kalinya harus berlebaran di rumah singgah yang disediakan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Haidar (8) merupakan pasien kanker ginjal yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Kondisi Haidar terbilang buruk. Walau salah satu ginjalnya yang terkena kanker sudah diangkat, tapi kanker sudah menyebar dan menekan tulang punggungnya sehingga bagian bawah tubuh bawahnya lumpuh.

Kanker Ginjal Pada Anak, Lebaran di Rumah Singgah

Kanker Ginjal Pada Anak, Lebaran di Rumah Singgah. Haidar kini harus menggunakan kursi roda dan divonis tidak bisa berjalan lagi.

"kanker ginjal pada anak, penyakit kanker kanker"

“Butuh keajaiban supaya Haidar bisa berjalan kembali, tapi kami akan terus berjuang. Alhamdulillah, Haidar juga semangat anaknya, ia jadi anak kesayangan di sini karena aktif dan ceria,” tutur Nina.

Senin (21/7/14) Sore itu Haidar dan anak-anak pasien kanker lainnya tampak asyik bernyanyi dengan Mavita Laviza Afgan (3) yang akrab disapa dengan Vita. Seperti halnya Haidar, Vita dan keluarganya tahun ini juga akan berlebaran di rumah singgah.

Vita ditemani sang bunda sudah menempati rumah singgah tersebut sejak setahun lalu. Vita merupakan penderita kanker mata atau retinoblastoma. Perban yang menutupi salah satu matanya tak menghalangi keceriaan bocah yang berperawakan kecil tersebut.

Setelah menjalani 8 kali kemoterapi, kondisi Vita memang mulai membaik. Meski begitu, ibu Vita memilih untuk tetap berada di rumah singgah untuk meneruskan pengobatan sementara keluarganya berada di Belitung. Ini adalah lebaran pertamanya di rumah singgah.

“Lebih baik di sini saja. Lagipula ada beberapa (anak dan pendampingnya) yang enggak pulang, jadi bisa lebaran sama-sama di sini,” katanya. Menurut Nina, berlebaran bersama-sama di rumah singgah tidak begitu buruk. Beberapa anak dan pendampingnya yang tidak pulang biasanya akan berjalan-jalan ke tempat wisata di Jakarta, misalnya ke Monas. Bahkan mereka juga bergotong royong memasak masakan khas lebaran untuk menciptakan suasana lebaran.

Sebagian anak memang harus menjalani terapi yang jadwalnya bertepatan, atau sangat mendekati dengan hari lebaran karena masih pengobatan tahap awal. Kondisi itu salah satunya dialami Ridho Akbar. Tahun 2013 lalu ia juga berlebaran di rumah singgah karena masih harus rawat inap di RSCM setelah menjalani terapi kanker leukemia limfoblastik.

Mimi, ibunda Ridho, mengungkapkan, suasana berlebaran di RS memang sangat berbeda dengan di rumah, namun kehangatan dari kebersamaan pasien-pasien beserta perawat dan dokter di sana dapat ia rasakan.

“Bahkan waktu itu saya dikasih ketupat sama pasien lain, terasa sekali kebersamaannya,” cerita wanita asal Belitung ini. Kini ia bersyukur kondisi Ridho sudah jauh membaik. Bila dulu Ridho sangat kurus dan lemah, kini badannya sudah lebih berisi.

Rambutnya pun tumbuh subur dan aktif bergerak. Tahun ini, Mimi bahagia bisa membawa putranya pulang ke kampung halaman untuk berlebaran.

Rumah singgah merupakan tempat tinggal sementara anak penderita kanker dan pendampingnya selama berobat. Bagi keluarga, kehadiran rumah singgah yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara IX ini sangat membantu menekan biaya transportasi dan akomodasi selama menjani terapi, khususnya bagi pasien yang berasal dari luar Jakarta. Sumber : Kompas.com.

Add Comment