Obat Herbal Alami

Anak Kanker Butuh Kalori dan Protein Tinggi

Anak Kanker Butuh Kalori dan protein tinggi Guna Melawan Penyakit Kanker

Anak kanker butuh kalori dan protein tinggi, – Obat kanker pada anak susu kolostrum terbaik Fortico alami untuk anak yang menderita kanker sebagai asupan kalori dan protein bagi tubuh guna melawan sel kanker sampai tuntas. Dikonsumsi bersama Amazon Plus, K-Muricata dan CELLFOOD dapat membantu pengobatan penyakit kanker anak, semoga menjadi manfaat alami untuk kesehatan anak dengan kanker.

Obat penyakit kanker pada anak susu kolostrum Fortico seratus persen kolostrum asal Selandia Baru kini dapat dipesan melalui agen obat kanker alami Fortico di Bandar Lampung, Depok, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Bandung, dan Makassar serta Medan, pastikan Anda mendapatkan susu kolostrum Fortico yang benar-benar asli.

Anak kanker butuh kalori dan protein tinggi

Anak kanker butuh kalori dan protein tinggi membantu mengobati kanker pada anak. Bagi anak yang menderita kanker, makanan dibutuhkan sebagai bagian dari terapi suportif. Selain bersih dan tidak tercemar kuman, anak juga butuh makanan tinggi kalori dan tinggi protein dengan pola gizi seimbang.

"anak kanker butuh kalori dan protein tinggi"

Pola gizi seimbang tak hanya diperlukan untuk pertumbuhan anak, tetapi juga penting bagi anak yang menderita kanker. Pada beberapa pasien kanker, anak memang tidak ditemukan masalah dengan makan selama perawatan. Mereka masih dapat makan dengan cukup untuk memperoleh nutrisi yang diperlukan. Namun, sebagian pasien mengalami kesulitan makan sehingga berat badannya turun dan pertumbuhannya terganggu.

Menurut Dr Djajadiman Gatot, SpA(K), konsultan onkologi anak dari FKUI/RSCM, jika anak mengalami susah makan, perlu dilihat terlebih dahulu penyebabnya. “Kalau disebabkan oleh efek dari obat kemoterapi, biasanya akan diberikan obat penghilang rasa mual,” ujar dokter berusia 61 tahun ini. Rasa mual memang kerap terjadi pada pasien yang mendapat kemoterapi.

Anak kanker butuh kalori dan protein tinggi

Tidak memberikan vitamin, Pada anak dengan kanker, pemberian makanan diperlukan untuk membantu mencapai pertumbuhan normal dan penambahan berat badan serta mencegah terjadinya masalah yang kemungkinan akan terjadi. Berbeda dengan anak-anak sehat, pasien kanker anak tidak dianjurkan mengonsumsi vitamin. Dikhawatirkan, vitamin yang diberikan justru diambil oleh sel kankernya. “Sel leukemia terutama sangat rakus dan aktif,” ujar Dr Djajadiman.

Susu dan makanan yang cukup energi bisa diberikan. Dalam buku Immunity Foods for Healthy Kids, Lucy Burney menyarankan agar makanan utama dan kudapan ringan, dalam jumlah sedikit, lebih sering diberikan kepada anak yang sedang dalam pengobatan kemoterapi. Makanan tersebut sebaiknya tinggi protein nabati, serat larut air, dan asam lemak esensial demi membantu keseimbangan zat gizi dalam tubuh.

Di sisi lain, anak yang mendapat pengobatan dengan menggunakan steroid cenderung mempunyai efek menahan air yang kemudian akan menambah berat badan. Bagi anak dengan kanker, sangat disarankan diet tinggi sayur dan buah karena akan membantu mengeluarkan kelebihan air.

Asam lemak sebaiknya dihindari. Sebaliknya, anak bisa diberikan makanan yang mengandung gandum, ikan, kedelai, kacang-kacangan, dan lain-lainnya. Makanan ringan yang diberikan sebaiknya terdiri dari buah dan sayur.

Serat yang diperoleh dari buah dan sayur akan membantu menyeimbangkan kadar glukosa darah serta membantu mengeluarkan racun dan zat karsinogen dari tubuh. Memasukkan brokoli dalam menu harian anak juga bisa dilakukan, mengingat sayur ini mengandung komponen yang bersifat antikarsinogenik. Makanan kaya vitamin C mempunyai efek memperbaiki. Vitamin C digunakan untuk membuat kolagen yang memperkuat membran sel sehingga membantu menghentikan pembelahan sel kanker.

Jangan memaksa makan

Orangtua perlu memastikan anaknya yang menderita kanker memperoleh zat gizi yang baik. St Jude Children’s Research Hospital memberikan anjuran sebagai berikut:

  • Pasien kanker cenderung mengonsumsi sedikit makanan saat masa siklus perawatan, tetapi akan membaik di antara siklus tersebut. Dorong anak untuk mengonsumsi makanan lebih banyak saat mereka dalam kondisi membaik.
  • Kadang kala anak terlalu sakit untuk makan atau minum berlebihan. Pada saat itu, secara rutin tawarkan makanan atau minuman yang disukainya. Hal ini akan membantu anak menambah energi.
  • Ingatkan anak saat tiba waktunya makan, tetapi jangan memaksanya.
  • Berikan makanan yang diminta. Namun, jika makanan yang diinginkan tidak bisa diperoleh dalam satu jam, jangan habiskan waktu untuk mencarinya. Biasanya nafsu makan anak sudah turun setelah periode itu.
  • Langkah terbaik adalah tidak memaksa anak untuk makan, terutama yang masih kecil. Sebab, mereka cenderung melakukan hal yang berlawanan dari yang Anda inginkan.
  • Alasan di balik kebutuhan zat gizi yang baik bisa dijelaskan kepada anak yang sudah besar. Mereka juga bisa dilibatkan dalam memenuhi kebutuhan gizinya setinggi mungkin. @ Diana Yunita Sari, kompas.com.

Add Comment